Kamu Gak Butuh Visa Untuk ke Maroko

www.itaka.pl
Mengunjungi Maroko adalah impian dari beberapa traveler, soalnya Maroko bukan tempat wisata yang mainstream. Ngomong-ngomong soal Maroko, pasti gak jauh dueh dari yang namanya nunggangin Unta dan padang pasir.

Di Maroko kamu bisa menikmati luas dan panasnya gurun Sahara. Yah, Maroko terletak di Benua Afrika yang mempunyai garis super panjang membentang di samudra Atlantik. 

Kali ini mimin mau sharing sama shay-shay sekalian, kenapa kamu akan jatuh cinta saat liburan di Maroko. 

Camel Trekking di Gurun Sahara
nosade.com
Bayangin deh, kamu ngelintasin gurun Sahara yang begitu luas dibawah ribuan bintang di atas kamu. Setelah kamu beli tiket Trekking kamu akan di pandu oleh tour guide bertualang mulai dari Moroko sampai Mesir, wow banget kann.

Pengalaman yang akan kamu dapatkan saat Trekking disiang hari selain teriknya matahari yang luar biasa, kamu juga akan disuguhin pemandangan gurun pasir yang membentang yang seolah-olah tiada akhir. Gradasi dari warna kuning, oren hingga coklat akan menghipnotis kamu sejenak menuju tingkat kenikmatan yang tiada tara, cielee cinn. 

Bener-bener terasa damai dan tentram disini, kagakkk adaa suara motor-motor, klakson atau perang antar ibu-ibu yang rebutan sayur di pasar. Kamu cuma bisa dengerin suara sayup-sayup angin yang berhembus di tengah teriknya matahari atau malah benar-benar terasa kosong, seperti di luar angkasa.

Namun kenikmatan ini tidak bisa kamu nikmatin terlalu lama, secara tempatnya terlalu panas dan bisa bikin kamu dehidrasi. Mimin saranin kamu kudu siapin air mineral yang banyak sebelum mulai Trekking. Lamanya 1 jam, waktu tempuh Trekking dari Maroko ke Mesir. Perjalanan ini tentunya tidak akan membuatmu bosan jika kamu adalah seorang petualang sejati seperti Pokemon Catcher^^. 


Mendaki Pegunungan Atlas
topdesert.com
Bagi kamu para pecinta Hiking, jangan lewatkan kesempatan untuk mendaki pegunungan Atlas yang berketinggian 4,167 mdpl. Pegunungan Atlas adalah barisan pegunungan Afrika barat yang memanjang sekitar 2.400 km melewati Maroko, Aljazair dan Tunisia. 

Lama nya pendakian dari bawah sampai puncak butuh sekitar 2 hari 1 malam, sehingga shay-shay semua harus membangun tenda saat malam atau kalau kamu lagi beruntung, gak jarang kok saat kamu lewatin desa-desa disana, penduduknya akan nawarin kamu untuk nginap di rumah mereka. Saat kamu sudah sampai di puncak pegunungan Atlas nanti, kamu bisa ngeliat puncak gunung Toubkal yang adalah gunung tertinggi di Afrika Utara.


Makan Siang di Cafe Clock
Banyak sekali turis-turis lokal maupun asing yang rekomendasiin untuk bersantap ria di Cafe Clock, mereka menyajikan menu utama yaitu Burger Unta. Yap, seriussss yang dipakai beneran daging Unta. Gimana ? berani nyoba ?

Yang sangat menarik di Cafe ini adalah kamu bisa Wifii aaaan disini, banyak colokan charger dan ruangan ber AC. Bisa di bayangin kan, habis capek-capek kamu Trekking di cuaca yang begitu panas bak neraka, tiba-tiba makan siang di cafe yang Adem banget sambil upload-upload foto-foto selfie kamu dengan unta atau sekedar kasi kabar ke orang tua kamu kalau habis ngijak pup nya unta atau atau atau.

Disini juga memberikan kelas memasak makanan khas Maroko, kalau kamu adalah seorang Chef pertualang, kudu dicoba ya. Sekalian memperdalam ilmu dan teknik memasaknya kamu. Saat malam tiba atau saat tertentu, kamu juga bisa nikmatin berbagai acara yang mereka buat, seperti tarian perut dengan lantunan musik khas Maroko. Sesuatu bangettt !


Shopping di Medinas 
pl.123rf.com
Kalau kamu suka shopping atau pengen beli oleh-oleh, mimin saranin kamu ke Medinas, disini kayak Walking Street gitu dan uda buka dari siang shayy. Pilihannya pun beragam, dari kerajinan tangan sampai snack-snack khas Maroko yang unik-unik.

Sensasi belanja disini begitu unik dan susah kamu dapatin vibe seperti ini di tempat lain. Soalnya, pasar Medinas adalah pasar outdoor, jadi jangan harap kamu bisa ngerasaain udara sejuk saat berbelanja, siap-siap aja keringatan.

Tapi gaya arsitektur yang oldschool disini bikin kamu kagum shayy, pertokoan, restaurant dan bar yang berdempetan antara satu dengan yang lain, lalu lantainya pasir semua. Kalau kamu pernah mainin Suikoden Playstation 1, kamu pasti ngerti deh.


Menjelajahi Volubilis
Disini kamu bisa nemuin sisa reruntuhan istana yang masih dibiarkan oleh pemerintahan Maroko. Bekas reruntuhan ini sudah ada dari jaman Romawi Kuno lohh, jadi kalau kamu ke Maroko, kamu harus kesini dan jeprat-jepret, sayangkannn uda datang ke Afrika jauh-jauh dan ngelewatin situs sejarah yang luar biasa ini.

Aura-aura zaman romawi kuno masih sangat terasa disini, kamu bisa liat struktur bagunan yang begitu kuat dan modern yang di gunakan untuk membagun bangunan yang sudah runtuh ini. Membuktikan betapa pintar dan kerennya, peradaban di zaman romawi kuno. 

Writer : Tivan

Instagram : @tivantimo


pictures souce (cafeclock.com and cumbres.cz)

Danau Wakatipu Yang Menawan, New Zealand

Bermain Game Jadul dan Wisata Mummy di Moscow

Pengalaman Shisha Pertama Ku













Comments

Popular posts from this blog

8 Penginapan di Jepang Yang Aneh Banget

Dunia Gemerlapnya La Favela Bali, Nomor Satu di Hatiku

7 Tempat di Korea Selatan Yang Bikin Hati Kamu Bergejolak